Google AI Search: Mengapa Bahkan Pembenci AI Akan Menggunakannya
Transformasi Google Search menjadi AI Search mengubah cara kita mencari informasi. Pelajari mengapa integrasi Gemini dan AI Overview menjadikannya tak terhindarkan, bahkan bagi yang skeptis.
Lebih dari satu dekade yang lalu, rapat mingguan kualitas pencarian di Google adalah sebuah peristiwa penting. Puluhan insinyur, manajer produk, dan eksekutif akan berkumpul untuk membahas masalah dan menyarankan perbaikan pada algoritma pencarian. Pada tahun 2010, pertemuan-pertemuan ini menghasilkan 550 perubahan pada algoritma, sebuah angka yang kala itu dianggap luar biasa. Namun, memori tersebut kini terasa seperti peninggalan masa lalu, mengingat laju inovasi kecerdasan buatan yang pesat.
Pekan ini, di konferensi pengembang Google I/O, Liz Reid, Head of Search Google, secara resmi mengumumkan pergeseran signifikan yang mereduksi peran pencarian tradisional. Ini adalah kelanjutan dari proses yang dimulai dua tahun lalu, ketika Google memperkenalkan "AI Overview" — ringkasan berbasis AI yang muncul di bagian atas halaman hasil pencarian, membayangi "10 tautan biru" yang terkenal. Tautan-tautan ini sendiri telah lama terdegradasi, seringkali terkubur di bawah agregator, konten tidak relevan, hingga hasil belanja dan peta milik Google sendiri.
Transformasi Fundamental Pencarian Google
Apa yang kini Google hadirkan, menurut Liz Reid, adalah perubahan paling signifikan dalam kotak pencarian sepanjang sejarah perusahaan. Pengguna kini dapat berkomunikasi langsung dengan versi terbaru dari model kecerdasan buatan Google, Gemini. Istilah "kueri" atau "query" itu sendiri terasa usang, karena input manusia kini lebih merupakan "pembuka percakapan" bagi AI untuk berkolaborasi dalam menghasilkan informasi. Proses ini bahkan dapat mengintegrasikan informasi pribadi yang Google miliki tentang Anda, yang bisa jadi sangat banyak.
Respons terhadap sebuah kueri bukan lagi sekadar daftar tautan, melainkan sebuah presentasi yang disesuaikan (bespoke), bahkan mungkin diperkuat oleh agen-agen AI yang menjelajahi "jalan belakang digital" untuk menemukan informasi tersembunyi. Transformasi ini telah selesai, dan Google dengan tegas menyatakan, "Google Search adalah AI Search." Kotak pencarian yang dulunya adalah portal menuju web, kini menjadi undangan untuk memesan respons yang disesuaikan dengan Gemini, bahkan terkadang menciptakan publikasi mini secara on-the-fly dengan bagan, poin-poin, dan bahkan animasi.
Dari Interpretasi Niat ke Interaksi Percakapan
Google dulu membanggakan kemampuannya dalam menginterpretasikan istilah pencarian yang samar untuk memahami maksud pengguna. Sekarang, Google mendorong pengguna untuk terlibat dengan Gemini dalam "prompt-a-thon" percakapan. Perubahan ini begitu ditekankan, perwakilan Google di konferensi bahkan mengenakan kaus bertuliskan "Ask Me Anything," mencerminkan prompt yang ditawarkan Gemini. Sama seperti versi terkomputerisasi, jika Anda bertanya arah kepada para asisten yang ramah ini, jawabannya tidak akan menghasilkan klik ke situs web.
Kehidupan digital kita saat ini berada di titik transisi yang tidak nyaman. AI tampaknya mendorong setiap model bisnis, dan raksasa seperti Google mengintegrasikan AI ke dalam semua produk dan operasional mereka. Pada saat yang sama, ada peningkatan penolakan dan bahkan ketidaknyamanan ketika teknologi yang kuat dan "menakutkan" ini merambah ke dalam kehidupan kita. Namun, seperti yang Google lihat, pencarian AI—jika Anda masih ingin menyebutnya demikian—adalah keniscayaan yang bahkan akan dirangkul oleh para pembenci AI.
Penerimaan Terhadap AI Search yang Tak Terhindarkan
Penulis artikel asli di Wired (Steven Levy) sendiri termasuk di antara mereka yang awalnya menolak pengenalan AI Overview pada tahun 2024. Namun, ia kini mengakui bahwa Overview—dan "AI Mode" yang lebih mendalam yang mendorong Anda untuk menggunakannya—ternyata lebih baik untuk banyak hal. Baik itu mencari tahu apakah sebuah acara televisi memiliki episode baru, mendapatkan penjelasan tentang konsep teknis yang kompleks, atau bahkan menemukan tautan spesifik. Saat mencari artikelnya sendiri yang lama, tautan tradisional tidak banyak membantu. Namun, ketika ia menjelaskan apa yang dicari dengan bahasa yang lugas, informasi tersebut segera ditemukan. Ini menunjukkan bahwa sistem ini berhasil.
Google mengklaim bahwa lebih dari satu miliar orang setiap bulan melakukan pencarian dengan AI Mode, sebuah tab terpisah di situs web Google di mana tautan menjadi semakin periferal. Kueri di AI Mode dilaporkan berlipat ganda setiap kuartal. Fenomena ini menunjukkan adanya pergeseran preferensi pengguna yang masif, terlepas dari kekhawatiran awal.
Mendefinisikan Ulang "Pencarian" di Era AI
Setelah presentasi utama, Liz Reid mendefinisikan "pencarian" bukan hanya sebagai pengorganisasian informasi, tetapi membuatnya "benar-benar berguna dan mudah diakses oleh orang-orang." Google yang asli, tentu saja, berasumsi bahwa kunci misi tersebut adalah web yang berkembang dan terbuka. Namun, menurut pidato Reid, Google kini mengikis miliaran halaman web setiap hari—tetapi tujuannya sekarang adalah untuk mengumpulkan fakta dan wawasan demi respons yang dipersonalisasi. Ini adalah pergeseran fokus yang mendalam dari katalog informasi ke mesin jawaban yang proaktif.
Dalam presentasi, Google menunjukkan bagaimana kueri pencarian dapat mengirim "armada" agen AI untuk membuat semacam situs web pribadi secara on-the-fly. Robby Stein, VP Search, menjelaskan, "Kami berbicara tentang tata letak dinamis, widget interaktif, seluruh pengalaman yang dibuat khusus untuk Anda." Misalnya, untuk menjawab pertanyaan tentang lubang hitam, agen AI dapat membuat grafik interaktif yang menjelaskan cara kerjanya. Sistem seperti ini sangat membutuhkan kemampuan analitik video AI dan pengenalan pola yang canggih untuk mengolah data visual dan tekstual menjadi format yang mudah dicerna.
Implikasi bagi Ekosistem Web dan Pembuat Konten
Namun, informasi harus berasal dari suatu tempat. Bahan baku untuk respons yang disintesis itu adalah hasil kerja keras para kosmolog, penulis sains, dan seniman visual, yang semuanya tidak mudah dikreditkan atau dimunculkan. Jenis kreator ini—dan situs web yang menyimpan karya mereka—tampaknya menjadi pihak yang kalah dalam transisi ini, karena lalu lintas pengunjung mungkin berkurang drastis.
Reid membantah teori bahwa pencarian AI adalah pukulan besar bagi web tradisional. "Beberapa orang akan melewati respons AI dan langsung ke tautan," ia bersikeras. "Seringkali orang akan mengklik tampilan AI, lalu mengklik tautan di dalamnya." Namun, Google tidak membagikan metrik tentang berapa banyak orang yang benar-benar melakukan hal itu. Ia mengakui bahwa beberapa situs web akan menderita—terutama yang menawarkan konten generik yang dapat dengan mudah diduplikasi oleh agen AI. Namun, ia mengklaim bahwa suara orisinal dan konten yang dilaporkan atau diteliti secara unik masih akan menemukan audiens.
ARSA Technology, yang telah berpengalaman sejak 2018 dalam membangun solusi AI dan IoT, memahami pentingnya integritas data dan sumber informasi yang kredibel, terutama dalam aplikasi AI yang memerlukan akurasi tinggi seperti analitik perilaku atau identifikasi objek. Penting bagi platform AI untuk tidak hanya menyajikan informasi tetapi juga mengakui sumbernya secara etis.
Masa Depan Pencarian: Kombinasi AI dan Penilaian Manusia
Reid lebih lanjut menyatakan bahwa Google sedang belajar cara baru untuk memikirkan konten web yang relevan, bertujuan untuk mengirim pengguna ke sumber dengan "perspektif langsung." Ini adalah janji yang menarik bagi kreator konten orisinal. Ketika ditanya apakah Google masih mengadakan pertemuan kualitas pencarian seperti yang terjadi pada tahun 2009, Reid yang telah bekerja di Google selama lebih dari dua dekade, mengatakan bahwa rapat-rapat tersebut kini tersebar di beberapa pertemuan, tetapi tujuannya tetap sama. "Pada akhirnya, masih ada penilaian manusia," katanya.
Transformasi pencarian ini mencerminkan tren yang lebih luas di mana AI semakin terintegrasi ke dalam setiap aspek operasional dan pengalaman pengguna. Perusahaan seperti ARSA Teknologi juga menghadirkan sistem AI Box yang memungkinkan perusahaan untuk menerapkan kecerdasan buatan secara on-premise, memberikan kontrol penuh atas data dan privasi sambil memanfaatkan kecepatan pemrosesan edge AI. Sistem ini sangat relevan untuk industri yang memerlukan keamanan data tinggi dan latensi rendah.
Terlepas dari apakah Anda menyukai atau membenci AI, Anda mungkin akan menggunakannya. Pencarian secara keseluruhan, menurut Reid, berada pada titik tertinggi sepanjang masa, menunjukkan bahwa pengguna beradaptasi dengan cepat terhadap kemampuan baru yang ditawarkan oleh AI. Ini adalah indikasi yang jelas bahwa era pencarian yang didukung AI bukan lagi pilihan, melainkan realitas yang sedang kita jalani.
Sumber: Even If You Hate AI, You Will Use Google AI Search
---
ARSA Technology menawarkan solusi AI dan IoT yang praktis dan terbukti untuk membantu bisnis Anda beradaptasi dengan era transformasi digital ini. Jika Anda ingin menjelajahi bagaimana teknologi AI dapat mengurangi biaya, meningkatkan keamanan, dan menciptakan aliran pendapatan baru untuk perusahaan Anda, jangan ragu untuk hubungi tim ARSA untuk konsultasi gratis.