Apakah vendor biometrik Anda membahayakan lisensi perbankan Anda?
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) telah memperbarui pedoman untuk tahun 2026, dengan menekankan pentingnya Tata Kelola AI dan Kedaulatan Data untuk sektor perbankan. Bagi bank digital dan fintech di Indonesia, kepatuhan bukan lagi sekadar formalitas, melainkan metrik untuk bertahan hidup.
Mandat Lokalisasi Data
Regulasi OJK semakin mendukung, dan untuk sektor-sektor tertentu, mewajibkan, pemrosesan data keuangan dilakukan di wilayah Indonesia. Penggunaan API cloud generik yang mengarahkan data biometrik ke server di Singapura atau AS merupakan tanda bahaya regulasi.
Mengapa On-Premise adalah “Opsi Ampuh” untuk Kepatuhan
ARSA Technology menawarkan keunggulan unik: SDK Pengenalan Wajah yang berjalan sepenuhnya secara On-Premise.
- Zero Data Exfiltration: Biometric data never leaves your bank’s secure infrastructure.
- Full Audit Control: You own the logs, the models, and the decision logic. This transparency is critical for meeting OJK’s requirements for “Explainable AI”.
Mempersiapkan Masa Depan untuk Tahun 2026 dan Seterusnya
Seiring dengan pengetatan aturan oleh OJK dan Bank Indonesia terkait “AI Agen” dan pengambilan keputusan otomatis, memiliki kendali atas tumpukan AI Anda sangat penting. SDK on-premise memungkinkan Anda untuk memperbarui patch keamanan dan menyesuaikan ambang risiko secara instan tanpa menunggu vendor SaaS pihak ketiga.
Don’t gamble with compliance.
Choose the biometric solution built for Indonesia’s regulatory reality.


