Cara Menghitung Pengunjung Akurat Di Toko Dengan Banyak Pintu Masuk

Written by ARSA Writer Team



Blogs

Seorang pengunjung department store di mal Jakarta bisa naik eskalator dari basement parkir langsung ke lantai toko, keluar ke koridor mal untuk salat di musala, lalu masuk lagi lewat pintu koridor satu jam kemudian. Kalau tiap pintu punya sensor sendiri, sistem mencatat orang itu sebagai dua kunjungan. Di saat yang sama, sensor di bukaan koridor selebar 10 meter bisa melewatkan satu keluarga yang berjalan berdampingan. Artikel ini membahas cara menentukan garis hitung, memasang kamera, dan mendefinisikan angkanya supaya total harian toko bisa dipercaya oleh tim merchandising dan manajemen.

MASALAH

Mengapa Toko Dengan Banyak Pintu Sering Salah Hitung

Toko dengan banyak pintu salah hitung karena tiap pintu mencatat penyeberangannya sendiri, padahal satu pengunjung bisa melintasi batas toko lebih dari sekali dalam satu kunjungan. Kesalahannya terjadi ke dua arah: hitungan ganda ketika orang keluar dan masuk lewat pintu yang berbeda, dan hitungan kurang ketika bukaan pintu terlalu lebar atau kamera dipasang terlalu landai.

Anchor tenant di mal Indonesia biasanya punya tiga jenis akses. Ada bukaan ke koridor mal yang sering tanpa daun pintu, ada pintu muka ke jalan atau drop off, dan ada akses dari basement parkir lewat eskalator atau lift. Ketiganya sering dipasangi sensor di waktu yang berbeda, oleh vendor yang berbeda, dengan jam internal yang tidak sinkron. Kantor pusat lalu menjumlahkan tiga angka itu dan menyebut hasilnya “jumlah pengunjung”.

Masalahnya, kesalahan di satu pintu bisa menutupi kesalahan di pintu lain. Hitungan ganda di pintu koridor dan hitungan kurang di akses basement bisa saling meniadakan, sehingga total harian terlihat wajar padahal angka tiap pintu keliru. Kesalahan seperti ini baru ketahuan ketika tim ingin tahu pintu mana yang paling ramai, dan pertanyaan itulah yang menentukan penempatan promosi dan staf.

BATAS TOKO

Tentukan Garis Hitung Di Batas Area Sewa Toko

Garis hitung ditempatkan di batas area sewa toko, tepat di setiap titik tempat orang berpindah dari luar toko ke lantai penjualan. Pintu utama mal, lobi parkir, dan koridor bersama termasuk wilayah pengelola mal, dan angka dari titik-titik itu masuk ke laporan mal.

Dalam praktiknya, buat daftar semua titik tempat pelanggan bisa masuk ke lantai toko. Kalau eskalator dari basement mendarat di dalam toko, garis hitungnya ada di ujung atas eskalator, di tempat orang melangkah ke lantai penjualan. Pintu karyawan dan area bongkar muat sebaiknya tidak diberi garis hitung pelanggan, atau diberi garis terpisah yang tidak dimasukkan ke total pelanggan.

Setiap garis mencatat dua arah, masuk dan keluar. Dari situ Anda mendapat pemeriksaan paling sederhana untuk akurasi harian: saat toko tutup, jumlah masuk dikurangi jumlah keluar dari semua pintu seharusnya mendekati nol. Kalau setiap malam selisihnya ratusan orang, berarti ada pintu yang tidak terhitung, bukaan yang tidak tertutup penuh oleh kamera, atau garis yang salah arah. Selisih penutupan ini bisa dilacak per pintu dan per hari tanpa alat tambahan.

TIGA JENIS AKSES

Karakter Setiap Pintu Dan Cara Menanganinya

Setiap jenis akses di anchor tenant punya pola kesalahan sendiri, jadi posisi kamera untuk ketiganya juga berbeda.

Bukaan Koridor Mal

Bukaan ke koridor mal biasanya yang paling lebar dan paling ramai. Pengunjung juga sering berhenti di ambang untuk melihat display, lalu mundur lagi. Garis hitung diletakkan satu langkah ke dalam dari ambang supaya orang yang hanya melongok tidak tercatat masuk. Karena bukaannya lebar, diperlukan lebih dari satu kamera. Di sambungan antarkamera, ujung garis kamera pertama harus berhenti tepat di tempat garis kamera berikutnya mulai, lalu diuji dengan berjalan melintasi sambungan itu.

Pintu Muka Ke Jalan

Pintu kaca yang menghadap jalan membawa masalah cahaya. Matahari sore masuk dari belakang pengunjung dan membentuk bayangan panjang yang bergerak. Pasang kamera di sisi dalam, menghadap ke bawah dan menjauhi kaca. Pastikan cahaya di titik ukur minimal 50 lux dan cukup stabil sepanjang hari tanpa bayangan keras.

Akses Basement Parkir

Lift dari basement bisa mengeluarkan sepuluh orang sekaligus, lengkap dengan troli dan kereta bayi, dalam rapatan yang padat. Kamera di titik ini harus hampir tegak lurus ke bawah supaya kepala yang berdekatan tetap terpisah di gambar. Kamera yang miring akan melihat rombongan ini sebagai satu gumpalan dan menghitungnya kurang.

SPESIFIKASI

Posisi Dan Resolusi Kamera Untuk Garis Hitung

Kamera untuk menghitung masuk dan keluar dipasang dengan sudut 60 hingga 90 derajat di bawah horizontal, dengan kepadatan piksel minimal 113 PPM dan cahaya minimal 50 lux di titik ukur. Angka ini berasal dari standar ARSA-CVS-001, yang lengkapnya bisa dibaca di halaman persyaratan kamera dan lokasi.

Parameter Nilai
Sudut kamera untuk garis hitung 60° hingga 90° di bawah horizontal
Kepadatan piksel untuk garis hitung 113 PPM
Jarak maksimal, lensa standar 60°, kamera 2 MP 14,7 m
Jarak maksimal, lensa standar 60°, kamera 4 MP 19,6 m
Cahaya minimal di titik ukur 50 lux
Sudut untuk antrean kasir dan dwell time 30° hingga 50°, dengan 99 PPM
Kamera minimum 2 MP, 15 fps
Kamera yang disarankan 4 MP
Sinkronisasi waktu antarkamera NTP, selisih di bawah satu detik
Sudut di bawah 30° Hitungan kurang karena oklusi

Pada plafon setinggi 3,5 m, kepadatan piksel jauh melampaui 113 PPM karena kepala pengunjung hanya sekitar 1,8 m dari kamera. Yang membatasi adalah lebar pandangan. Dengan lensa 60° di ketinggian itu, kamera melihat sekitar 4 m di lantai dan hanya sekitar 2 m pada ketinggian kepala. Bukaan koridor selebar 10 m karenanya butuh beberapa kamera, atau lensa yang lebih lebar. Anda bisa mencoba kombinasi lensa dan tinggi pemasangan dengan visualizer lensa dan FOV sebelum membeli apa pun.

Kamera CCTV keamanan yang sudah terpasang di pintu sering diarahkan miring untuk merekam wajah, jadi sudutnya jauh di bawah 60°. Kamera seperti itu tetap berguna untuk keamanan, tetapi jarang bisa dipakai sebagai kamera hitung. Setiap kamera hitung juga sebaiknya mengambil stream langsung dari kamera. Stream ulang dari NVR biasanya sudah ditranskode, kehilangan frame, dan bergeser waktunya. Semua kamera harus mengikuti NTP yang sama supaya hitungan per jam dari tiga pintu benar-benar mengacu pada jam yang sama.

DEFINISI ANGKA

Apa Yang Dihitung Dan Apa Yang Tidak

Smart Retail Counter menghitung penyeberangan masuk dan keluar per pintu, lalu menjumlahkannya per jam, per hari, dan per toko. Sistem ini tidak mengenali individu, sehingga tidak bisa memastikan bahwa orang yang kembali dari musala adalah orang yang sama dengan yang tadi masuk dari basement.

Hal ini perlu disampaikan terus terang kepada manajemen. Angka yang dihasilkan adalah jumlah kunjungan masuk, dan jumlah itu tidak sama dengan jumlah orang unik. Untuk kebanyakan keputusan, ini sudah cukup. Selama definisinya tetap sama dari minggu ke minggu, tren dan perbandingan antarpintu tetap sahih. Rasio konversi terhadap jumlah transaksi juga tetap konsisten, seperti dijelaskan dalam panduan mengukur conversion rate toko.

Untuk menguji akurasi, hitung manual selama 30 menit di jam sibuk untuk setiap pintu secara terpisah, lalu bandingkan hasilnya dengan angka sistem untuk pintu dan rentang waktu yang sama. Jangan hanya mencocokkan total harian, karena kesalahan antarpintu bisa saling menutupi.

PRIVASI

Menghitung Pengunjung Tanpa Data Biometrik

UU Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi menggolongkan data biometrik sebagai data pribadi yang bersifat spesifik. Pemrosesannya menuntut perlindungan yang lebih ketat. Modul Smart Retail Counter menghitung bentuk anonim dan tidak membuat templat wajah, sehingga tidak ada basis data wajah yang harus dijaga.

Ada satu hal yang perlu diketahui tim hukum Anda. Modul ini juga bisa memperkirakan usia dan jenis kelamin secara agregat. Apakah fitur itu diaktifkan, dan bagaimana hal itu diberitahukan kepada pengunjung, sebaiknya diputuskan bersama konsultan hukum toko. Video diproses di unit AI Box di ruang belakang toko dan tetap berada di jaringan toko, kecuali Anda sendiri yang mengatur pengirimannya ke luar.

BIAYA

Berapa Biaya Untuk Satu Toko Dengan Tiga Pintu

Satu toko dengan tiga pintu dan satu kamera per pintu cukup memakai satu AI Box Mini seharga $1.890 dan tiga lisensi Retail Counter berlangganan masing-masing $29 per bulan. Totalnya $2.934 di tahun pertama, lalu $1.044 per tahun setelahnya.

Kalau lisensi dibeli putus, harganya $870 per kamera, jadi totalnya $4.500 untuk unit dan tiga lisensi. Maintenance tahunan sebesar $157 per lisensi bersifat opsional. Mini menangani maksimal tiga kamera. Jika bukaan koridor butuh dua kamera, atau Anda menambah kamera antrean di kasir, jumlahnya sudah empat, dan konfigurasinya naik ke AI Box Server seharga $10.900 untuk maksimal 25 kamera. Harga ini belum termasuk kamera, kabel, dan switch. Unit dikirim dari Surabaya dalam tiga sampai empat minggu.

Kalau belum yakin kamera mana yang bisa dipakai, Remote Camera Design Review seharga $1.500 selesai dalam satu minggu dan memberi hasil lolos atau gagal untuk setiap posisi kamera. On-Site Camera Survey seharga $4.500 ditambah biaya perjalanan mencakup maksimal 50 kamera. Kedua biaya ini dipotong dari nilai proyek jika kontrak ditandatangani dalam 90 hari. Rinciannya ada di halaman layanan ARSA.

FAQ

Pertanyaan Yang Sering Diajukan

Apakah Pengunjung Yang Keluar Lalu Masuk Lagi Lewat Pintu Lain Dihitung Dua Kali?

Ya, setiap kali orang melintasi garis masuk, sistem mencatat satu kunjungan masuk. Smart Retail Counter tidak mengenali individu, jadi tidak bisa menggabungkan dua penyeberangan dari orang yang sama. Laporkan angka ini sebagai jumlah kunjungan masuk dan gunakan definisi yang sama setiap minggu.

Apakah Kamera CCTV Yang Sudah Terpasang Di Pintu Bisa Dipakai?

Bisa, asalkan kamera itu memenuhi syarat garis hitung: sudut 60 hingga 90 derajat, minimal 113 PPM, cahaya 50 lux, resolusi 2 MP, dan 15 fps. Kamera keamanan yang diarahkan miring ke wajah biasanya gagal di syarat sudut. Design Review akan menunjukkan kamera mana yang bisa dipakai ulang.

Berapa Kamera Yang Dibutuhkan Untuk Bukaan Koridor Selebar 10 Meter?

Dengan lensa standar 60° di plafon 3,5 m, satu kamera hanya mencakup sekitar 2 m pada ketinggian kepala, jadi dibutuhkan beberapa kamera. Lensa yang lebih lebar mengurangi jumlah kamera, dan kepadatan piksel di jarak sedekat itu tetap mencukupi. Jumlah pastinya bergantung pada tinggi plafon dan lensa yang dipakai.

Mengapa Angka Toko Berbeda Dengan Data Pengunjung Dari Pengelola Mal?

Karena keduanya menghitung di batas yang berbeda. Mal menghitung orang yang masuk ke gedung, sedangkan toko menghitung orang yang masuk ke area sewanya. Sebagian besar pengunjung mal tidak pernah masuk ke toko Anda, jadi kedua angka memang tidak akan sama.

Apakah Staf Toko Ikut Terhitung?

Ya, jika staf melintasi garis hitung pelanggan. Cara paling sederhana adalah mengarahkan staf lewat pintu karyawan yang tidak punya garis hitung pelanggan. Jika Anda butuh cara lain untuk memisahkan staf, tanyakan langsung kepada ARSA apa yang bisa dikonfigurasi di lokasi Anda.

Apakah Sistem Ini Menyimpan Wajah Pengunjung?

Tidak. Modul ini menghitung dan melacak bentuk anonim dalam satu sesi tanpa membuat templat wajah, sehingga pengunjung yang kembali tidak bisa dikenali. Perkiraan usia dan jenis kelamin disajikan sebagai data agregat.

MULAI

Hitung Setiap Pintu Dengan Satu Standar

Jika toko Anda punya bukaan koridor, pintu jalan, dan akses basement, mulailah dengan menggambar batas area sewa dan menguji kamera yang sudah ada terhadap syarat garis hitung. Pelajari cara kerja Smart Retail Counter, mulai dari penghitungan per pintu, antrean kasir, sampai laporan tingkat jaringan toko, semuanya diproses di dalam toko Anda sendiri.

ID
ENEnglishIDBahasa Indonesia